Rabu, 18 Februari 2015

The real best friend

SMP kartika adalah sekolah baruku. dan hari ini adalah hari pertama aku menjadi murid disini, aku duduk dikelas 7C sementara sahabat aku duduk dikelas 7B. Sahabatku itu bernama ulfi, aku kenal dia udah dari SD, dan sejak kelas 1 sampai kelas 6 kami selalu duduk dikelas yang sama. Awalnya aku dan dia hanya berteman biasa saja, namun saat kami duduk dikelas 5 pertemanan kami semakin dekat, hingga saat kami kelas 6, aku mulai tahu kalau ternyata dia adalah sahabatku.
Dan sekarang hubungan persahabatan kami semakin dekat, setiap berangkat ataupun pulang sekolah kami selalu pulang bareng. Dan kalopun ada acara atau dia mau pergi pasti dia selalu minta aku untuk nemenin, begitupun sebaliknya. Kami juga mengikuti ekskul yang sama yaitu basket. Meskipun kami tidak berada pada satu kelas, dan kami juga sudah mempunyai teman-teman baru, namun kami tidak pernah saling sombong atau saling melupakan. Dia selalu inget sama aku begitupun aku yang selalu inget sama dia.

Hari-haripun berlalu, hingga kami naik ke kelas 8. Saat melihat daftar pembagian kelas, aku dan dia sama-sama berharap kalau kami bakalan duduk dikelas yang sama, namun kenyataanya berbeda. Aku duduk dikelas 8E sedangkan dia duduk dikelas 8F. Dikelas 8 ini semua terasa asing, soalnya hanya segelintir anak yang memang sudah aku kenal, sedangkan yang lainya belum pernah aku kenal sebelumnya. Awalnya aku tidak bergaul dengan anak-anak yang sekarang, saat jam istirahat, aku lebih sering menghabiskan waktu bersama sahabatku itu atau dengan teman-teman saat aku duduk dikelas 7. Namun seiring berjalanya waktu, aku mulai akrab dengan teman-teman baruku.
Dwi, adalah anak yang paling dekat denganku dikelas 8 ini. Dia orangnya pendiam, agak pemalu, dan super rajin, pokoknya berbanding terbalik dengan sifatku, namun entah mengapa aku nyaman sama dia. Namun, meskipun aku sekarang dekat dengan dwi, aku masih tetap ingat sama ulfi. Kami masih tetap pulang sekolah bareng. Biasanya kalau ulfi ada kerja kelompok, aku ikut nemenin sampai kerja kelompoknya selesai, sedangkan kalau aku yang ada kerja kelompok, ulfi jarang nemenin, dia lebih memilih untuk pulang duluan, namun itu tak menjadi masalah buat aku.

Aku ini termasuk anak yang malas ngerjain PR dan kalo ulangan aku selalu nyonyek ataupun membuka buku, walaupun adasih beberapa yang aku memang bisa ngerjain sendiri terutama kalau pelajaran matematika. Dan dikelasku ada satu anak namanya Fadilah, dia tuh anaknya rajin banget, pinter, dan dia juga anak salah satu guru yang mengajar disekolahku. Pernah suatu hari saat ulangan IPS, gurunya pergi dan saat itulah anak-anak langsung pada buka buku kecuali Fadilah...

"fad, kamu nggak ikutan buka buku?" tanyaku pada fadilah saat itu
"enggak, aku mau ngerjain sendiri, nggak mau nyontek"
"serius? entar nyesel loh"
"enggak lah ngapain nyesel"
"yaudah kalo gitu, terserah lah"

Sekitar seminggu kemudian, hasil ulangan pun dibagikan. Hampir semua murid mendapatkan nilai bagus. Hampir, karna hanya Fadilah yang nilainya nggak terlalu bagus.

"kamu sih nggak mau buka buku makanya nilainya segitu" komentarku saat itu
namun Fadilah tak berkomentar apapun.
"udah, lain kali nggak usah sok pinter lah, kalo kayak gini kan kamu sendiri yang rugi. anak-anak nilainya pada bagus sementara kamu? dan lain kali nggak usah pelit-pelit lah, kalo emang kamu tau jawabanya, kasih tau kita, biar kita pinter bareng-bareng" kataku sambil tersenyum, namun dia tetap tak berkomentar, akupun pergi meninggalkanya.

Setelah kejadian itu, Fadilah mulai bisa berbaur dengan anak-anak lain. Sikapnya juga sudah tidak seperti dulu, dia sudah mulai bisa bercanda dan nggak kaku seperti sebelumnya.

Pulang sekolah, seperti biasa aku pulang bareng sama ulfi. Saat berjalan melewati koridor, tiba-tiba ulfi bertanya padaku

"id, yang namanya bisma itu mana sih?"
"bisma? ituh yang lagi berdiri dipintu kelasku" kataku sambil menunjuk anak laki-laki yang memang sedang berdiri dipintu kelas sambil memainkan ponselnya.
"oh yang itu.." kata ulfi manggut-manggut
"emang ada apa dengan bisma?"
"enggak cuman pengin tau aja, yaudah yuk balik" kata ulfi lalu merangkul aku dan berlalu dari koridor.

Hari ini adalah hari rabu, dan jadwal dikelasku adalah olahraga, namun pak sugeng (guru olahraga) lagi nggak dateng, sehingga kami dibebaskan untuk 2jam kedepan. Anak-anak pada memilih untuk ngerumpi dikelas, namun aku tak suka ngerumpi dikelas, dan aku lebih memilih untuk main basket. Dan satu-satunya orang yang mau nemenin adalah Dwi. Akhirnya aku dan dwi main basket berdua, walaupun sebenernya dwi tidak terlalu suka basket dan dia juga nggak bisa main basket, namun dia nggak nolak saat aku ajak dia main basket.
Sejak saat itu, aku dan dwi jadi sering main basket bareng terutama saat jam kosong atau class meeting. Kedekatan diantara kami berduapun semakin terjalin. Bahkan aku sering main kerumah dia saat pulang sekolah atau saat ada kerja kelompok.

Dilain waktu...
Saat itu aku lagi nungguin ulfi didepan kelasnya, karna memang kelasku pulang lebih awal karna guru yang mengajar dijam terakhir berhalangan hadir.
Saat ulfi keluar dari kelas, tiba-tiba ada sosok laki-laki yang menghampiri aku dan ulfi. Aku mengenal dia sebagai Okky anak kelas 8B. Okky langsung bersalaman dengan kami, namun tatapan mata okky ke ulfi lain, begitupun sebaliknya. Seperti ada sesuatu diantara keduanya. Kami sempat ngobrol sebentar sebelum akhirnya aku dan ulfi pergi.
Saat berjalan melewati koridor, aku berbisik pada ulfi...

"kamu pacaran sama okky?"
"hah? pacaran? kata siapa?
"udah kamu nggak usah bohong, aku bisa liat dari mata kamu kok"
"lah emang kenapa mataku? nyala?"
"bukan gitu, aku tuh bisa liat kalo kamu punya rasa sama okky, begitupun sebaliknya, udah ngaku aja kamu pacaran sama dia?"
"yampun enggak id, aku sama dia tuh cuman temen"
"temen apa demen?" ledekku, lalu muka ulfi makin lama makin memerah
"waahh sejak kapan jadian?"
"seminggu yang lalu id, pas tanggal 21 april"
"21 april? wah kartini sama kartono dong" kataku lalu tertawa sementara ulfi hanya tersenyum malu

Oyah selain Dwi, ada juga teman sekelasku yang memang dekat denganku, namanya Sufi. Dia ini bisa dibilang adalah teman "gila" ku, soalnya sifat kami hampir sama. Kami sama-sama males, jarang bahkan bisa dibilang nggak pernah ngerjain PR, paling suka kalau ngeledek guru, bahkan nggak jarang kami mendapat ocehan "khusus" dari para guru. Pokonya aku sama sufi itu merupakan perpaduan yang sangat cocok. Jika sudah ketemu, pasti banyak hal gila yang bisa kita ciptain berdua.

"kok okky tumben nggak kesini fi?" kataku pada ulfi saat pulang sekolah
"nggak tau, mungkin banyak tugas kalik" jawab ulfi yang sepertinya sedikit kaget dengan pertanyaanku
akupun tak bertanya lebih lanjut. Namun karna rasa penasaran yang begitu dalam, akhirnya aku mulai membuka pembicaraan saat kami sedang menunggu angkot...
"kamu udah putus sama okky?"
"hah? kok kamu nanya gitu?"
"aku lihat dari sikap kalian berdua, okky udah jarang kekelas kamu, tadi kamu ketemu dia juga sikap kalian cuek nggak kayak biasanya"
ulfi terdiam mendengar pertanyaanku, namun setelah beberapa saat dia akhirnya mau menjawab
"iya id"
"gara-gara apa? kapan?"
"kita udah nggak cocok, byak perbedaan diantara aku sama dia, aku putus udah dari dua hari yang lalu"
"kamu itu baru sebulan loh pacaran sama dia"
"ya mau gimana lagi id, keadaanya begini"
"yaudah, kamu nggak usah sedih, masih banyak kok cowok selain okky"
Ulfi pun tersenyum, lalu kami naik angkot dan pulang.

Setaun sudah berlalu, dan sekarang aku sudah duduk dikelas 9. Lagi-lagi aku dan ulfi tidak berada pada satu ruang kelas yang sama. Aku duduk dikelas 9G sedangkan ulfi dikelas 9F. Harapan kami untuk duduk bareng disatu kelaspun sirna. Namun aku nggak terlalu sedih, karna dikelas 9 ini aku kembali duduk disatu kelas yang sama bersama Dwi yang saat ini sudah aku anggap sebagai sahabatku.
Dikelas 9, aku udah agak jarang menghabiskan waktu dengan ulfi. Selain sama-sama sibuk, tapi ulfi lebih sering pergi bersama teman-temanya, dan akupun lebih sering menghabiskan waktu bareng sama Dwi dan teman-temanku dikelas 9.
Dikelas 9, aku punya sebuah "geng" yang kami beri nama People Endemis. People Endemis beranggotakan, aku, dwi, daryanti, indah, titi, linda, latif, isna, dini, dan riani. Sebenarnya aku juga nggak bermaksud membuat geng namun, saat itu kelas 9 akan mengadakan pensi, dan kita dituntut untuk mengisi acara tersebut, alhasil kami sepakat untuk menampilkan tarian untuk mengisi pensi nanti. Dan untuk lebih gampang, maka kamipun memberi nama kelompok menari kami itu.
Dikelas 9, aku dan ulfi agak jauh, kami sudah tak sedekat dulu bahkan kami juga sudah jarang pulang sekolah bareng. Hampir setiap hari ulfi selalu ada acara dengan teman-temanya, dan akupun lebih sering pulang bareng sama indah dan latif yang memang rumahnya satu arah denganku. Namun meskipun sudah tak terlalu dekat, ulfi masih suka curhat tentang cowok yang lagi deket sama dia.

Hari-haripun berlalu, dan sebentar lagi aku dan teman-teman yang lain akan menghadapi UN. Oleh karena itu, kami disuruh mengisi formulir, dan didalam formulir itu terdapat tulisan NISN SD yang harus diisi, sementara aku nggak tau NISN SD ku berapa. Teman-temanku yang lain udah pada tau, dan sebagian besar dari mereka sudah mengumpulkan formulirnya. Disitu aku bingung, formulirnya harus dikumpulin hari ini tapi aku belum tau NISN SD ku berapa. Saat sedang bingung, tiba-tiba dwi datang menghapiriku...

"kamu kenapa da?"
"aku nggak tau no NISN SD ku berapa, gimana dong?" kataku cemas
"coba tanya ke temen-temen SD kamu, siapa tau mereka ada punya datanya"
"udah aku tanya, tapi mereka cuman punya no NISN mereka doang"
"yaudah kamu coba tanya ke SD kamu"
"yampun SD ku jauh darisini wi"
"yaudah ayok aku temenin kesana"
Sesaat aku terdiam mendengar tawaran dwi
"ayok cepet aku temenin, daripada kamu nggak ngumpulin"
Akhirnya aku beranjak pergi bersama dwi. Disitu aku benar-benar nggak nyangka kalau dwi mau nemenin aku. Padahal sebelum itu, aku sempet minta tolong temen-temen SD ku termasuk ulfi, namun nggak ada yang mau nemenin aku, tapi dwi? aku baru mengenal dia dikelas 8 tapi dia mau ngelakuin itu.
Dan berkat bantuan dwi, akupun bisa mengumpulkan formulir itu.

Beberapa bulan setelah itu, kamipun menghadapi Ujian Sekolah, Ujian Praktek, hingga Ujian Nasional.
Hasil kelulusan belum diketahui, namun pihak sekolah sudah mengadakan pensi. Kami menyambut gembira acara itu. Acarapun berlangsung meriah. Dan diakhir acara, hujan deras mengguyur daerahku, saat itu anak-anak lagi menyanyikan lagu dangdut, kamipun joget bareng-bareng dibawah guyuran air hujan. Kamipun larut dalam kegembiraan, entah kapan moment seperti itu bisa terulang kembali.
Kurang lebih seminggu setelah pensi, sekolah ,mengadakan acara perpisahan kelas 9. Acara perpisahan ini tak semeriah acara pensi. Karna disini guru-guru yang mengisi acara, sedangkan murid-muridnya yang menonton. Kami sangat menikmati moment-moment ini. Namun saat acara perpisahan, aku tak bisa terlalu enjoy soalnya saat itu aku lagi nggak enak badan. Saat anak-anak lain pada joget dilapangan, akupun hanya bisa menonton.

Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu datang juga yaitu pengumuman kelulusan.
Dan saat itu aku tak ikut pergi kesekolah, hanya kakakku yang datang untuk mengambil hasil pengumuman, sementara aku hanya diam dirumah.
Menjelang siang kakakku pulang dan aku dinyatakan lulus dengan nilai yang cukup memuaskan :D
Teman-temanku yang lain juga lulus, dan SMP Kartika dinyatakan lulus 100%.
Beberapa hari setelah kelulusan kami masih suka kesekolah untuk mengurus ijasah dan kawan-kawanya. Aku juga masih suka main sama ulfi walau lebih sering main sama dwi dibanding sama ulfi.

Anak-anak sedang sibuk mendaftar sekolah kejenjang yang lebih tinggi namun tidak dengan aku.
Karna keterbatasan biaya, aku tidak melanjutkan sekolah :(
Aku justru bekerja ke jakarta, dan meninggalkan teman, sahabat, dan juga kehidupanku yang dulu.
Awalnya semua berjalan baik. Aku masih sering contact sama dwi, ulfi, dan teman-teman yang lain. Sampai pada akhirnya semua berubah.
Tiba-tiba teman-temanku nggak ada kabar. Mereka menghilang. Nomor handphone nya pun nggak bisa dihubungi, darisitu aku mulai lost contact sama mereka, kecuali dwi dan ulfi. Aku masih suka contact sama mereka berdua walau nggak sesering dulu.
Saat itu ulfi cerita sama aku kalau dia lagi marahan sama sahabatnya yang sekarang. Seharian full dia smsan sama aku, aku senang bukan main saat itu, karna aku seperti menemukan kembali duniaku yang dulu. Namun semua nggak berlangsung lama, berapa hari setelah kejadian itu, ulfi udah nggak pernah contact aku lagi. Namun tiba-tiba dia sms aku, dia bilang dia sudah baikan sama sahabat barunya. Aku ikut senang mendengarnya, namun setelah itu ulfi justru malah udah nggak pernah sekalipun menghubungi aku. Saat itu aku selalu nanya sama dwi gimana kabar ulfi sekarang, karna memang dwi satu sekolah dengan ulfi. Dan dwi selalu bilang kalo ulfi sekarang sudah berubah, dia sudah tak pernah menyapa dwi, dan dia juga bilang kalo ulfi sekarang udah punya sahabat baru namanya cahya dan wati. Kata dwi, mereka sangat dengat, setiap hari selalu bersama. Disitu aku mulai berfikir, berarti yang waktu itu ulfi ceritain itu cahya dan wati, dan saat ulfi lagi ada masalah sama mereka, dia dateng ke aku tapi setelah masalahnya selesai, dia kembali ke mereka dan ninggalin aku. Disitu aku merasa hina banget. Akhirnya aku update status di facebook...

"melihat kamu yang sekarang semakin membuat aku merasa tidak pantas untuk menjadi sahabatmu lagi"

itu adalah status yang aku update di facebook. Beberapa saat setelah aku update status seperti itu, tiba-tiba ulfi sms aku, dia bilang
"statusmu buat aku id?"
aku bales "iya"
"kenapa? aku salah apa?"
"enggak, kamu nggak salah apa-apa kok, tapi emang sekarang aku bener-bener ngerasa nggak pantes untuk jadi sahabat kamu"
"apa karna temen-temen aku sekarang? perlu kamu tau, kamu tuh beda dari mereka id"
aku tak membalas pesan dia yang terakhir. Aku benar-benar kecewa dengan kelakuan dia.
Dan sejak saat itu, aku udah nggak pernah contact sama ulfi. Terakhir ulfi sms aku, dia bilang..

"kamu sahabatku, dan aku sayang kamu, sampai kapanpun aku akan sayang sama kamu"

Setelah kejadian itu aku mulai berfikir.
Dulu yang selalu ada buat aku itu dwi, yang selalu nemenin aku main basket saat jam kosong itu dwi, yang mau nemenin aku ke SD hanya untuk minta no NISN itu dwi, bukan ulfi.
Disitu aku benar-benar menyesali kebodohanku yang lebih sayang dan lebih mementingkan ulfi dibanding dwi.
Saat itu aku benar-benar merasa telah kehilangan sosok ulfi yang selama ini aku kenal. Ulfi yang selama ini aku anggap sebagai sahabat terbaiku ternyata bukan benar-benar sahabat. Saat aku jauh dari dia, dia bisa dengan mudah melupakan aku, dia sibuk dengan dunia dan teman-teman barunya, bahkan mungkin teman yang jauh lebih baik daripada aku.
Berbeda dengan dwi, meskipun kita terpisah dan dia juga sudah punya dunia dan teman-teman baru, namun dia tak pernah lupa denganku, dia masih mau nengok kearahku saat orang lain sibuk dengan dunianya. Dia masih menganggap aku sebagai sahabatnya saat orang lain telah menemukan sahabat baru. Aku benar-benar kagum akan sosok dwi.
Ternyata yang selama ini jadi sahabat terbaiku bukanlah ulfi melainkan dwi.

Dulu aku nggak percaya adanya mantan sahabat, tapi dengan pengalaman yang sudah aku alami, aku jadi tau kalau sebenarnya yang namanya "Mantan Sahabat" itu memang ada.

Jaga sahabat kalian, karna yang namanya sahabat itu susah banget untuk dicari.
Jangan sampai kalian merasakan kehilangan sahabat, karna rasanya itu sangat menyakitkan. Kalian akan benar-benar merasa ada sesuatu yang hilang dihidup kalian.
Bagiku sahabat adalah orang terpenting kedua setelah keluarga.
And i love my best friend more than my self!

Senin, 07 April 2014

Sahabat

dulu gue beranggapan kalau mereka yg deket ama gue, mereka yg baik ama gue, dan mereka yg selalu ketawa bareng sama gue adalah sahabat gue, ya mungkin karna saat itu gue belum tau apa itu sahabat dan siapa yg pantas disebut sebagai sahabat.
mereka emang baik ama gue, mereka emang care sama gue tp mereka hanya ada saat gue seneng, dan saat gue sedih saat gue lelah mereka nggak ada buat gue dan mereka itu hanya datang ke gue saat mereka butuh, jika masalahnya udah selesai mereka langsung ninggalin gue, satu kalimat untuk mereka "you only come to me if you're need me, oh please i'm not a bank you know?" dan apakah orang seperti itu pantas gue sebut sebagai sahabat ???
jujur sampai sekarang pun gue belum tau siapa diantara temen2 gue yg bener2 care sama gue, dan siapa diantara mereka yg memang pantas gue sebut sebagai sahabat.
ada sih seorang teman lama gue yg bener2 layak untuk gw sebut sebagai sahabat gue, karna dulu dia selalu ada buat gue, bukan cuma saat gue seneng tp saat gue butuh bantuan. dan disaat orang lain terlalu sibuk dengan dunianya dia masih sempat nengok kearah gue. tapi sayang sekarang dia jauh dari gue, dan gue juga gak tau kapan gue bisa bertemu sama dia lagi. gue jg selalu mencari sosok dia di kehidupan gue yang sekarang, tapi sampai saat ini gue belum nemuin seseorang itu.
dan sekarang ada orang asing yang masuk di kehidupan gue, gue kenal dia lewat dunia maya dan gue juga belum pernah sekalipun ketemu sama dia, tp jujur dia baik ama gue bahkan bukan cuma baik dia tuh orangnya asik dan dia selalu tau semua tentang gue padahal kita belum pernah saling kenal. gue juga heran kenapa gue bisa nyaman sama dia, bahkan meskipun setiap hari kita chatting tapi anehnya gue gak pernah bosen, dan pasti selalu ada aja cerita yang kita bahas, entah itu dari kehidupan gue entah itu dari kehidupan dia, dan hanya dengan dia lah gue bisa cerita semua tentang kehidupan gue, bahkan apa yang gak pernah gue ceritain ke sahabat lama gue. padahal kan gue belum pernah ketemu sama dia dan gue jg kenal dia lewat dunia maya, tp kenapa gue bisa nyaman dan percaya sama dia ??? apa dia pantas untuk gue sebut sebagai sahabat gue ??? Entahlah gue juga masih bingung dan bertanya-tanya.
tapi yang pasti gue nyaman sama dia, gue sayang sama dia dan gue pengin ketemu dia.
gue sih nggak tau apa dia juga ngerasain hal yang sama dengan gue atau enggak, tapi gue harap dia bener2 care dan dia bener2 bisa menjadi sahabat yang selalu ada saat gue butuh meskipun kita terpisah jauh.
distance is doesn't matter for any relationship

Rabu, 12 Februari 2014

Karna Bahagia Itu Sederhana

Senin, 27 January 2014
Minggu, 02 February 2014
Kamis, 06 February 2014
Senin, 10 February 2014

itulah empat hari paling bersejarah dan paling membahagiakan buat gue, karna apa?? karna pada hari itu gue diberi kesempatan untuk bertemu langsung dengan artis idola gue "Titi Rajo Bintang".
apa yang gue rasain saat itu benar2 gak bisa gue ungkapin dengan kata2 guyz, rasa senang, bahagia, nggak nyangka, semuanya tercampur rata dalam hati gue.
dan bukan hanya karna itu, tapi sejak hari itu gue jadi punya temen yg memang selama ini gue cari di jakarta. dan bagi gue semua moment itu sangatlah berkesan namun yang paling berkesan buat gue adalah saat gue dan temen2 gue dateng kerumah dia disaat hari ulang tahunnya yaitu tanggal 10 february 2014.
banyak sekali halangan pada hari itu, mulai dari kita yg datengnya kemaleman, nyasar karna memang rumah dia jauuhh sekali guyz di selatan jakarta. tapi untung dihari itu ada yg bantuin kita, dia adalah kak vita asisstant pribadi kak titi dan juga miyake putri tunggal kak titi.
malam itu sebelum kami sampai dirumah dia, sebenarnya dia udah ada acara dengan keluarganya, namun kami minta tolong sama kak vita dan miyake untuk mencegah kak titi supaya jangan pergi dari rumah sebelum kami datang. berkat bantuan kak vita akhirnya kamipun sampai dirumah kak titi, kami masuk dan mempersiapkan kue yg memang merupakan hadiah dari kami. setelah semua oke kami langsung masuk keruangan dimana kak titi sedang duduk sendirian menunggu kami, dan betapa terkejutnya dia saat kami masuk dengan membawa kue dan menyanyikan lagu Happy Birthday, gue bisa liat raut muka kebahagiaan terpancar jelas dimuka dia, matanya sampai berkaca-kaca, kemudian dia make a wish dan tiup lilin lalu kamipun berpelukan bersama2, oohhh indahnya kebersamaan itu, kami foto bareng, namun kak titi gak bisa lama nemenin kami, karna memang dia sudah ditunggu oleh keluarganya untuk makan malam bersama, setelah bercengkrama sebentar dan foto bareng, akhirnya kak titi pamit untuk pergi, namun kami nggak langsung pulang, kami santai sebentar dirumah dia, sembari ngobrol dengan miyeke yang super kocak.
sungguh sebuah hari yang sangat membahagiakan buat kami, dan hari itu benar2 tidak akan pernah terlupakan buat gue dan juga temen2 gue.
entah kapan moment seperti itu bisa terulang kembali, namun gue selalu berharap kalau suatu hari nanti akan ada kesempatan untuk kami bisa ngobrol lama bersama idola kami "Titi Rajo Bintang".
kak titi pernah bilang, kalu cinta kami adalah semangat buat dia, dan bagi kami senyum dia adalah sebuah kebahagiaan.
karna sesungguhnya bahagia itu memanglah sangat sederhana.

Sabtu, 28 September 2013

Sweet Seventeen Birthday

jum'at, 27 september 2013
adalah hari ulang tahunku, dan saat itu umurku genap berusia 17th, biasa orang2 menyebutnya dengan sweet seventeen birthday
awalnya aq ga yakin kalau hari itu akan benar2 menjadi sweet seventeen buat aku, karna aku sadar selama ini memang gada yang special dihari ulang tahunku
sampai pada akhirnya semua ketakutanku itu nggak terbukti, karna dihari itu sepulang dari kantor, aku diajak oleh boss aku bersama little familynya untuk makan bersama disalah satu mall dikawasan grogol, jakarta barat
tak bisa kujelaskan betapa bahagianya aku malam itu, dan yg menjadi lebih special adalah karna setau aku biasanya jika ada seseorang yang berulang tahun dan ngajak orang2 terdekatnya makan2 maka dialah yang harus membayar semua makanannya, namun berbeda dengan aku saat aku diajak makan bukanlah aku yg akhirnya membayar makanan itu melainkan boss aku
aku nggak tau lagi bagaimana harus bertrimakasih sama mereka, karna semenjak aku disini cuma mereka yang benar2 mengerti dan memahami aku, cuma mereka yang mau menasehati aku sehingga aku bisa seperti ini, dan karna merekalah aku kini tau makna hidup yang sesungguhnya
mungkin untuk saat ini aku belum bisa membalas kebaikan kalian tapi aku janji pada diriku sendiri bahwa suatu saat semua kebaikan kalian pasti akan aku bayar sebisa dan semampu aku
sekali lagi terima kasih boss, kini aku punya satu alasan lagi untuk makin sayang sama kalian, dan memang benar sampai kapanpun kalian tetaplah yang terbaik buat aku karna kalian sangatlah berjasa untuk aku dan juga kehidupanku
setelah aku sukses nanti pasti giliran aku yang akan traktir kalian makan bersama your little family
aku sukses, kalian juga harus sukses dan bahagia...
big hugs from me to you my boss

Selasa, 02 Juli 2013

i am Bintangnya Titi

dipostingan saya sebelumnya, saya sudah membahas mengenai idola saya "Titi Rajo Bintang" dan sekarang saya akan membahas tentang nama fans dari idola saya yaitu "Bintangnya Titi".
setiap saya menyebut Bintangnya Titi yg terlintas dalam pikiran saya adalah, jutaan orang yang menyayangi dan selalu mensupport kak Titi Rajo Bintang.
banyakk sekalii orang yang mengaku dirinya sebagai seorang Bintangnya Titi, dan dari sekian banyak orang itu aku termasuk salah satu diantaranya.
namun, aku merasa tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dg Bintangnya Titi yg lain. mereka yang sudah mengenal ka Titi dari awal karirnya, mereka yang sudah sangat mengenal karakter ka Titi, dan mereka yang selalu mengetahui dan mengikuti setiap aktivitas idolanya.
sementara aku, kasarnya ngomong aku itu baru mengenal ka Titi kemaren guyz, akupun belum pernah menonton film yg pernah dimainkan oleh ka Titi, aku bener-bener merasa rendah banget.
aku menyesal, kenapa aku nggak mengenal ka Titi dari dulu.
namun aku bisa apa, sampai kapanpun waktu tidak akan pernah bisa diulang, semua ini udah terjadi.
dan mungkin dari sekian banyak Bintangnya titi yg ada diindonesia baahkan di mancanegara hanya aku yg benar-benar baru sebentar mengenal ka Titi, namun sudah mengaku sebagai Bintangnya Titi.
tapi guyz meskipun aku belum lama mengenal ka Titi namun tak dapat kupungkiri bahwa hanya ka Titi yang mampu memberikan warna baru bagi kehidupanku, kini aku merasa hidupku lebih berwarna dan lebih berarti setelah aku mengenal dan mengagumi ka Titi Rajo Bintang.
aku berharap ka Titi akan menjadi satu-satunya idola aku dan satu-satunya artis indonesia yang paling aku kagumi. namun aku juga tak mau berlebihan dalam mengungkap rasa ini, karna apa???
karna aku tau, sesuatu yang berlebihan itu tidaklah baik, dan aku sudah mengalaminya, jadi aku tak mau mengulangi kesalahan yang sama apalagi harus jatuh kedalam lubang yang sama untuk kedua kalinya. aku tak menginginkan itu guyz....
so, buat kalian yang juga mengaku sebagai salah satu dari Bintangnya Titi, tetap support ka Titi yah, saya sarankan agar kalian jg jangan terlalu berlebihan dalam mengungkapkan rasa sayang kalian, cukup dengan mengikuti setiap aktivitas dia dan mensupport setiap keputusannya, saya yakin ka Titi jg tak menyukai sesuatu yg berlebihan....
keep support for "Titi Rajo bintang" yah Guyz...

Rabu, 19 Juni 2013

kecewa dalam kebahagiaan

senin,17 june 2013 bisa jadi adalah hari yang sangat membahagiakan buat aku, karna apa?
karna pada hari itu aku diberi kesempatan untuk bertemu dan ngobrol langsung dengan idolaku "Titi Rajo Bintang"
tak bisa kujelaskan betapa bahagianya aku saat itu, orang yg selama ini hanya bisa kulihat lewat foto, orang yg selama ini hanya bisa kudengar suaranya lewat televisi akhirnya bisa kutemui secara langsung
harapan aku untuk menjabat tangannya dan memeluknya akhirnya bisa terwujud, meskipun aku tak tau apakah dia juga merasakan hal yg sama seperti aku
tapi yg aku lihat dan yang aku tau saat itu dia terlihat baiikkk banget, karna dia masih mau meladeni fansnya padahal aku tau kok saat itu dia pasti capekk bangett, tapi dia bisa menyembunyikan rasa capek itu
sungguh sebuah moment yang sangat membahagiakan dan tak akan pernah terlupakan, apalagi saat aku salaman sama dia dan saat aku memeluk dia
namun sayang dibalik kebahagiaan aku saat itu ternyata tersimpan sedikit rasa kecewa, kecewa atas sikap ka Titi saat acaranya telah usai
saat itu aku nungguin dia yg sedang ngobrol bersama beberapa crew, cukup lama aku nungguin dia, samapai akhirnya dia nemuin aku dan kita foto bareng, bukan itu yg bikin aku kecewa, tp justru sikap dia, sikap dia saat ka vita menemui dia dan minta dia untuk menemui aku, dia terlihat males-malesan dan sepertinya dia terpaksa menemui aku untuk foto bareng, aku tau dia capek, dia butuh istirahat dan saat dia sudah mendapatkan waktu luang untuk istirahat dia malah dituntut untuk meladeni aku
maafin aku yah ka, aku nggak bermaksud bikin kaka kesel, bikin kaka bete, mungkin saat itu timing nya aja yang nggak pas
sekali lagi aku minta maaf ka, dan aku nggak mau kebahagiaan aku dirusak oleh rasa kecewa untuk itulah aku akan berusaha melupakan sikap kaka saat itu walau aku akui itu sangatlah tidak mudah
dan terima kasih yah ka, terima kasih karna kaka masih mau meladeni aku masih mau meluk aku dan masih mau foto bareng sama aku, meskipun saat itu kaka capek banget tapi kaka masih bisa tersenyum dan menyembunyikan semua itu didepan aku. makasih ka sampai kapanpun kaka tetap jadi yang terbaik buat aku
you're the real star and you're my star

Sabtu, 08 Juni 2013

Savira Priskila

savira priskila atau yg lebih akrab dipanggil "vira" adalah tokoh utama dalam sebuah novel, dari awal aku baca novel itu aku langsung kagum akan sosok vira, bagiku dia sangat sempurna, dialah sosok seseorang yg selama ini aku cari, aku sadar vira tidaklah nyata, dia hanya seorang tokoh novel dan yg pasti dia tidak ada didunia sebenarnya, namun aku selalu menganggap bahwa vira itu ada
sampai suatu ketika aku tau bahwa novel itu ternyata diangkat kesebuah film, aku lantas menonton film tersebut karna aku penasaran siapa yg akan memerankan tokoh vira, dan ternyata tokoh vira dalam film tersebut diperankan oleh seorang artis indonesia yg belum pernah saya lihat sebelumnya dia adalah Hayria Faturrahman
bagiku dia sangat cocok dalam memerankan karakter vira, berawal dari situ aku semakin ingin mengenal lebih jauh seorang hayria, aku buka google dan disitu ada biografi dia, ternyata dalam kehidupan nyatapun dia adalah seorang yg tomboy, saya suka itu
sejak saat itu aku jd semakin ingin bertemu dg dia, hanya satu hal ingin aku tanyakan sama dia
"apa benar ka hayria emang bisa main basket?"
sekian lama aku menanti kesempatan itu, namun takdir tak juga membawaku ketemu sama dia, hingga akhirnya aku menemukan akun twitter dia
awalnya iseng2 aku mentions ke dia, eh ternyata dia merespon mentions aku itu, dari situ aku jd sering mentions ke dia dan nggak jarang jg dia bales mentions aku, kata-katanya terdengar manis, dan akhirnya aku berhasil menanyakan pertanyaan itu, aku senang bukan main saat itu, aku merasa bahagia karna akhirnya aku bisa menemukan sosok vira dalam kehidupan nyata, walaupun aku belum pernah ketemu sama dia tp dg berinteraksi lewat dunia maya itu udah lebih dari cukup buat aku.
namun sayang semua itu nggak berlangsung lama, sekarang ka vira atau lebih tepatnya ka hayria udah jarang bgt bales mentions aku, aku nggak tau kenapa bisa seperti itu, mungkin aja dia sibuk dg aktivitasnya, atau mungkin dia kecewa sama aku, karna saat itu tanpa aku sadari aku menanyakan satu hal yg mungkin udah buat dia kecewa, aku sangat menyesal kalo aja aku tau kalo kejadiannya bakalan seperti ini, waktu itu aku nggak akan mungkin nanyain hal itu.
ka vira ( sorry maksudnya ka hayria ) kalo emang kaka kecewa dg kata-kata aku waktu itu, aku minta maaf ka, aku bener-bener nggak bermaksud bikin kaka tersinggung, aku pengin ngomong ini langsung sama kaka, cuma aku nggak mau orang lain tau, jd aku hanya bisa nulis disini berharap agar suatu ketika kaka akan baca tulisan aku ini, walalu itu entah kapan
sekali lagi maafin aku ka, maafin aku...